dsc09751 (1)

Festival Pantai Perang Telur Penyu 2026 Berlangsung Meriah, Padukan Pelestarian Budaya dan Konservasi Penyu di Pesisir Paloh

Paloh – Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati Pantai Tanjung Api, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, untuk mengikuti Festival Pantai Perang Telur Penyu 2026 yang digelar pada Selasa (7/7/2026). Festival tahunan ini kembali menjadi magnet wisata Kabupaten Sambas dengan mengangkat perpaduan antara tradisi masyarakat pesisir, hiburan rakyat, serta edukasi pelestarian satwa penyu yang dilindungi.

Perang Telur Penyu merupakan tradisi masyarakat Paloh yang dahulu identik dengan permainan saling lempar menggunakan telur penyu. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian penyu, tradisi tersebut kini dikemas secara edukatif dengan mengganti telur penyu menggunakan waterbeads biodegradable, media yang ramah lingkungan, mudah terurai, serta aman digunakan sehingga tidak mencemari kawasan pantai. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat terus berjalan tanpa mengganggu upaya konservasi satwa yang dilindungi.

whatsapp image 2026 07 08 at 09.05.52
whatsapp image 2026 07 08 at 09.05.16

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan tarian tradisional dan Tari Telur Penyu dari Sanggar Tari Batu Bejamban, dilanjutkan dengan penampilan drumband SMKN 1 Teluk Keramat yang sukses membangkitkan semangat para pengunjung. Suasana semakin meriah saat para pengunjung mengikuti atraksi Perang Telur Penyu menggunakan waterbeads biodegradable sebagai media permainan.

Selain atraksi utama, festival juga dimeriahkan dengan penampilan Sanggar Tari Enggang Sambas, senam bersama, pembagian doorprize, hiburan musik oleh Shelly Audio, hingga aksi bersih pantai yang melibatkan panitia, masyarakat, dan para pengunjung sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan kawasan wisata pesisir.

Panitia melaporkan bahwa penyelenggaraan Festival Pantai Perang Telur Penyu tahun ini berhasil mencatatkan pencapaian yang membanggakan dengan penjualan lebih dari 4.000 tiket, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tingginya antusiasme masyarakat tersebut tidak terlepas dari promosi yang dilakukan secara masif oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sambas melalui kolaborasi berbagai media promosi digital maupun konvensional sehingga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Festival ini semakin istimewa karena diselenggarakan di kawasan pesisir Paloh yang dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi penyu terpenting di Indonesia. Pesisir Paloh memiliki bentang pantai peneluran penyu sepanjang sekitar 63 kilometer dan dikenal sebagai kawasan pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia. Di kawasan ini juga terdapat beberapa lokasi konservasi dan penetasan semi alami, salah satunya berada di Pantai Tanjung Api, yang selama ini menjadi lokasi penting dalam upaya perlindungan penyu bersama pemerintah, masyarakat, dan berbagai mitra konservasi.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sambas, Dedy Zulkarnain, S.Sos., mengapresiasi terselenggaranya Festival Pantai Perang Telur Penyu yang dinilai mampu menggabungkan nilai budaya, pariwisata, dan konservasi dalam satu kegiatan.

dsc09763

Menurutnya, festival ini bukan hanya menjadi agenda wisata tahunan, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang sangat penting bagi masyarakat.

“Festival Pantai Perang Telur Penyu merupakan contoh nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pelestarian alam. Tradisi masyarakat Paloh tetap dapat dilestarikan tanpa menggunakan media aslinya, melainkan diganti dengan waterbeads biodegradable yang aman bagi lingkungan. Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian penyu sekaligus menjadikan Paloh sebagai destinasi wisata unggulan berbasis budaya dan konservasi,” ujar Dedy.

Melalui penyelenggaraan Festival Pantai Perang Telur Penyu 2026, Pemerintah Kabupaten Sambas berharap tradisi khas masyarakat pesisir Paloh terus lestari, mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperkuat citra Kabupaten Sambas sebagai daerah yang berhasil mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan dengan mengedepankan pelestarian budaya dan konservasi lingkungan.

whatsapp image 2026 07 08 at 09.02.34

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *