
SAMBAS – Kelenteng Sam Bong Dja kembali menampilkan pesonanya sebagai ikon wisata religi dan simbol keberagaman di Kabupaten Sambas. Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577, kelenteng yang terletak di jantung Kota Sambas ini tampil memukau dengan berbagai dekorasi tematik yang sarat akan makna filosofis.
Tahun ini, panitia perayaan Imlek di Sam Bong Dja mengusung tema “Tahun Kuda”. Tak tanggung-tanggung, lima dekorasi ikonik telah disiapkan untuk memanjakan mata pengunjung. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah instalasi “Kuda Terbang” yang tampak gagah bersanding dengan ribuan lampion merah yang menggantung rapi di area pelataran.
Makna Filosofis Tahun Kuda Bukan sekadar hiasan, pemilihan ornamen kuda memiliki pesan mendalam. Dalam tradisi Tionghoa, kuda melambangkan kekuatan, kecepatan, dan daya juang yang tinggi untuk menempuh perjalanan jauh. Kehadiran simbol ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi warga Sambas untuk terus bergerak maju dan gigih dalam meraih impian di tahun yang baru.
Magnet Wisata dan Simbol Toleransi Keindahan Sam Bong Dja tidak hanya menarik perhatian warga yang merayakan Imlek, tetapi juga masyarakat luas dari berbagai latar belakang. Sejak pagi hingga sore hari, kelenteng ini dipadati pengunjung yang ingin mengabadikan momen di depan instalasi kuda terbang atau sekadar menikmati kemegahan arsitekturnya di bawah langit Sambas.
Tidak hanya sebagai destinasi berswafoto, keramaian di Sam Bong Dja mencerminkan harmoni sosial yang kuat di Kabupaten Sambas. Gotong royong antara panitia dan warga sekitar dalam mempersiapkan perayaan ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman adalah kekayaan yang terus dijaga kelestariannya.
Bagi Anda yang sedang berada di Sambas, pesona Kelenteng Sam Bong Dja dengan lima dekorasi ikoniknya menjadi destinasi yang wajib dikunjungi untuk merasakan langsung hangatnya kemeriahan Imlek tahun ini.













