
Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kab. Sambas menghadiri rangkaian kegiatan Gawai Dayak Berape Sawa Ke-V Tahun 2026 yang diselenggarakan di Benua Tambang Laut, Desa Maribas, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Sabtu (30/05/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya masyarakat Dayak Bekati tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan. Hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Sambas, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sambas, Dedy Zulkarnain, S.Sos turut mengikuti rangkaian kegiatan bersama tokoh adat, masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Gawai Dayak Berape Sawa merupakan tradisi adat masyarakat Dayak Bekati yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang diperoleh sekaligus sebagai penanda dimulainya musim berladang berikutnya. Tradisi ini menjadi salah satu warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Dayak di Kabupaten Sambas.
Tahun ini merupakan penyelenggaraan Gawai Dayak Berape Sawa Ke-V, yang dipusatkan di kawasan Benua Tambang Laut, Desa Maribas, Kecamatan Tebas. Kawasan Benua Tambang Laut dikenal sebagai salah satu wilayah adat masyarakat Dayak Bekati yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang kuat. Kawasan ini juga menjadi pusat berbagai kegiatan adat, termasuk pembangunan dan peresmian simbol-simbol pelestarian tanah adat yang selama ini menjadi bagian penting identitas masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sambas menyampaikan bahwa Gawai Dayak bukan sekadar ritual ucapan syukur atas panen yang melimpah, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kesatuan, gotong royong, serta kekuatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya leluhur.
Menurutnya, keberadaan tradisi seperti Gawai Dayak Berape Sawa memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal. Melalui kegiatan budaya yang dikemas secara baik, berbagai sektor seperti UMKM, ekonomi kreatif, kuliner tradisional, hingga seni pertunjukan daerah dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Gawai Dayak bukan sekadar ritual ucapan syukur atas panen yang melimpah, tetapi simbol persatuan dan kesatuan, gotong royong, dan kekuatan pelestarian budaya. Kegiatan ini memiliki potensi yang besar sebagai daya tarik wisata budaya yang dapat menggerakkan ekonomi lokal. Tugas kita bersama adalah bagaimana mengemas tradisi leluhur ini agar tetap autentik sekaligus menarik bagi generasi muda dan wisatawan luar,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya daerah sebagai bagian dari penguatan identitas daerah sekaligus pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya. Dukungan tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi leluhur serta memperkenalkan kekayaan budaya Sambas kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui penyelenggaraan Gawai Dayak Berape Sawa Ke-V di Benua Tambang Laut ini, diharapkan nilai-nilai adat, budaya, dan kebersamaan yang diwariskan para leluhur dapat terus hidup di tengah perkembangan zaman serta menjadi kebanggaan generasi penerus Kabupaten Sambas.








